Tampilkan postingan dengan label PTDI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTDI. Tampilkan semua postingan

8/29/2013

[[ FOTO ]] Ada KF-X Nongol di TMII! Punya Siapa Tuh?

Kamis, 29 Agustus 2013, sejumlah alutsista berjejer di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Mulai dari panser, roket, hingga pesawat tanpa awak buatan dalam negeri. Ya, di tempat wisata kawasan Jakarta Timur ini tengah berlangsung pameran riset dan teknologi, sebagai bagian dari puncak kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-18. Acara sendiri dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden juga kemudian berkeliling meninjau pameran serta mencoba menaiki kendaraan tempur Komodo buatan PT.Pindad. Pameran akan berlangsung hingga hari Minggu 1 September. Nah, bagi anda yang ingin jalan-jalan sambil namun mendidik, silahkan wisata ke TMII.


Pameran ini sejatinya adalah bukti pencapaian teknologi oleh anak negeri. Berbagai macam hasil inovasi anak bangsa dipamerkan disini. Namun karena website ARC ini mengkhususkan pada military interest, maka disini kami laporkan perkembangan perindustrian persenjataan dalam negeri. Mulai dari kabar terbaru soal KFX, perkembangan KCR-60, dan lainnya. Tapi, sebelum bocorannya kami tulis, nikmati saja dulu foto-foto berikut ini.




5/12/2013

NC212 Aviocar



Foto Kredit: PT Dirgantara Indonesia
NC212 "Aviocar" adalah pesawat angkut ringan yang dirancang untuk beroperasi di daerah yang tidak memiliki infrastruktur yang lengkap dan cuma memiliki landasan yang diperkeras (unpaved runways).  Pesawat ini dirancang dengan sayap berada pada bagian atas badan pesawat atau dikenal dengan istilah "high wing configuration" dan roda pendarat yang tidak bisa dimasukkan (fix landing gear).  NC-212 ditenagai oleh dua buah mesin turboprop dan memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek (STOL=Short Take Off and Landing).
PT Dirgantara Indonesia, memproduksi dua seri NC212, yaitu seri 200 dan seri 400 dimana seri 400 memiliki dimensi dan berat lepas landas maksimal yang lebih besar dibanding seri 200.  Untuk setiap seri, PTDI memproduksi beberapa versi misalnya untuk seri 200 ada versi  militer (military version), versi misi khusus (special mission version) dan versi sipil.
Untuk NC212-400, versi yang tersedia dari PT DI adalah versi Militer, MPA (Marine Patrol Aircraft), Sipil, dan Versi Survei Geofisis (Geophysical Survey).  Yang membedakan dari setiap versi adalah kelengkapan yang menyertainya, misalnya untuk versi militer maka lebih difokuskan untuk angkut ringan sedang versi MPA, sesuai namanya memiliki perlengkapan untuk melakukan patroli maritim.
Dibawah ini adalah spesifikasi Umum dari NC212-200
Misi:
  • Sipil/Komersial (18 hingga 24 seat)
  • Angkut Militer
  • Angkut Barang
  • Operasi Evakuasi Medis
  • Misi Khusus
  • Angkut VIP
Berat:
  • Max. Taxi Weight: 7.750 kg
  • Max. Take-Off Weight: 7.700 kg
  • Max. Landing Weight: 7.450 kg
  • Max. Zero Fuel Weight: 7.100 kg
  • Fuel Capacity: 1.600 kg
  • Max. Payload: 2.820 kg
Sumber Tenaga:
  • Mesin: 2 Garret TPE-331-10R-512C Turboprop, 900 SHP, SL, Static Take-Off with APR
  • Propeller: 2 (4 bilah) Dowty Rotol R334/4-82-F/13, Diameter 2.75m
Kemampuan:
  • Take Off Distance (MTOW, ISA+20,SL):
    • All Engine Operative (EO): 850m/2.788ft
    • One Engine In-Operative (OEI): 990m/3.428ft
  • Rate of Climb: 236 feet per minute
  • Max. Cruise Speed: 188 ktas
  • Max. Endurance Speed: 130 ktas
  • Long Range Cruise Speed: 188 ktas
  • Max. Range: 710 nm
  • Landing Distance: 590m/1.936 ft
  • Max. Endurance (for Maritime Patrol): 6 hrs
  • Sumber : Angkasa Readers Community

3/25/2013

N2130... Proyek Terlupakan IPTN

Pesawat N-2130 adalah pesawat jet komuter berkapasitas 80-130 penumpang rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia.

Sejarah

Pada 10 November 1995, bertepatan dengan terbang perdana N-250, Presiden Soeharto mengumumkan proyek N-2130. Soeharto mengajak rakyat Indonesia untuk menjadikan proyek N-2130 sebagai proyek nasional. N-2130 yang diperkirakan akan menelan dana dua milyar dollar AS itu, tandasnya, akan dibuat secara gotong-royong melalui penjualan dua juta lembar saham dengan harga pecahan 1.000 dollar AS. Untuk itu dibentuklah perusahaan PT Dua Satu Tiga Puluh (PT DSTP) untuk melaksanakan proyek besar ini.
Saat badai krisis moneter 1997 menerpa Indonesia, PT DSTP limbung. Setahun kemudian akibat adanya ketidakstabilan politik dan penyimpangan pendanaan, mayoritas pemegang saham melalui RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) 15 Desember 1998 meminta PT DSTP untuk melikuidasi diri.
Untuk preliminary design pesawat ini, IPTN telah mengeluarkan tenaga, pikiran, dan uang yang tak kecil. Dana yang telah dikeluarkan lebih dari 70 juta dollar AS yang sesuai keputusan RUPSLB, dana bagi ini selanjutnya dianggap sunk-cost.
Seluruh kekayaan perseroan selanjutnya diaudit dimana hasil disampaikan kepada Bapepam tanggal 22 April 1999 dan diumumkan lewat media massa. Pembayaran hasil likuidasi kepada para pemegang sahamnya sendiri kemudian dilakukan bertahap mulai 9 Agustus hingga 15 Oktober 1999.

Spesifikasi Pesawat

Pada saat konsep desain, N-2130 dipertimbangkan untuk 80, 100 atau 130 penumpang. Pesawat ini dilengkapi dengan teknologi canggih advanced fly-by-wire system.


DIMENSI 80 pax 100 pax 130 pax
Sayap:
Luas (m²)
Rentang (m)
Aspect Ratio
Sweepback (0.25°)

102.80
28.95
8.20
24.30

102.80
28.95
8.20
24.30

102.80
28.95
8.20
24.30
Panjang total (m) 27.23 29.65 33.37
Diameter fuselage 3.91 3.91 3.91
Berat
Berat Take-Off Max. (kg)
Berat Landing Max. (kg)
Beban angkut (Payload) Max. (kg)

43.500
40.000
10.500

49.000
45.000
12.300

55.800
51.000
15.300
Mesin
High By-Pass Ratio Turbofan Engine
Sea Level Static Thrust (kN)

2 x 75

2 x 82

2 x 97.5



Sumber : N-2130 - Wikipedia
by @JamalHabibur @JamalHRahman Jamal Habibur Rahman Jamal Rahman